KDRT Marak Terjadi, Begini Cara Menyikapinya

KDRT Marak Terjadi, Begini Cara Menyikapinya

CLOUTPEDIA РBeberapa hari terakhir ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau disingkat sebagai KDRT. Kasus ini dialami Lesti Kejora seorang penyanyi dangdut yang sedang naik daun. Padahal, kalau dilihat-lihat dalam berbagai liputan Lesti dan Rizky kerap memamerkan kemesraan di ruang publik. Hal tersebut,  membuat iri banyak orang akan kemesraan mereka. Namun siapa sangka dibalik kemesraan yang ditampilkan di hadapan publik tersebut, ternyata malah kejadian ini menimpa kepada Lesti Kejora.

Hal ini tentu membuat marah fans-fans Lesti Kejora dan membuat KDRT menjadi salah satu trending topik dalam berbagai media dan juga media sosial.  Kasus KDRT tidak hanya dialami oleh Lesti saja, namun berdasarkan data yang diperoleh dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KEMENPPPA). kita mendapatkan data sebanyak 18.465 kasus KDRT hingga saat ini yang terjadi di masyarakat Indonesia.

Tingginya angka kasus KDRT ini perlu diperhatikan oleh banyak kalangan dan menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, agar dapat ditanggulangi dan kasusnya dapat menurun. Dari total 18.465 kasus tersebut di dapatkan data sebanyak 16.932 wanita yang menjadi korban dan 2.982 orang pria yang menjadi korban. Artinya sebanyak 79,6% korban berasal dari pihak wanita. Selain itu juga diperoleh data umur mereka yang menjadi korban KDRT yaitu pada usia 13 hingga 17 tahun dan juga pada rentang umur 25 hingga 44 tahun.

Definisi KDRT

Kekerasan Dalam Rumah Tangga ini dapat definisikan sebagai tindakan kasar yang dilakukan oleh anggota keluarga, teman satu rumah atau bisa juga dilakukan oleh mantan suami atau mantan istri, dimana satu pihak berusaha untuk melakukan kontrol terhadap pasangannya secara berlebihan.

Jenis KDRT

KDRT dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis diantaranya adalah, kekerasan dalam tindakan fisik, emosional, ekonomi, psikologis dan juga kekerasan seksual. Selain itu perilaku mengancam dan juga melakukan intimidasi, menakut-nakuti dan juga menyakiti dan melukai seseroang.

Kekerasan dalam rumah tangga dapat juga dibagi menjadi dua macam, yaitu kekesaran kepada pasangan intim dan kekesaran pada non pasangan intim.

Kekerasan pasangan intim merupakan kekerasan yang dilakukan terhadap pasangan sang pelaku, sementara kekerasan non-pasangan intim adalah kekerasan yang dilakukan oleh seseorang pada orang yang memiliki hubungan keluarga, seperti orangtua, saudara, anak dan lain-lain.

Tidak selamanya KDRT terjadi karena kemarahan, tetapi seringkali terjadinya KDRT karena adanya keinginan untuk mendominasi orang lain atau menyakiti. Oleh karena itu apabila terdapat kecenderungan seseorang melakukan KDRT sebaiknya dapat segera melakukan konnsultasi dengan psikolog agar kejadian KDRT dapat dicegah.

Cara Menghadapi Kejadian KDRT

Beberapa ciri orang yang kemungkinan melakukan KDRT diantaranya adalah

  • Sering menyalahkan orang lain atas kekerasan yang dilakukannya
  • Sering meremehkan dan juga menimpakan kesalahan kepada orang lain
  • Seringkali melakukan pembenaran atas tindakannya dan menyangka telah melakukan kekerasan

Apabila seseorang menjadi korban KDRT, dia perlu percaya bahwa dia berhak untuk mengakhiri hubungan. Pelaku KDRT biasanya dapat mengulang tindakannya sehingga hal yang wajar apabila korban meminta mengakhiri hubungan.

Selain itu terdapat beberapa cara untuk menyikapi KDRT bila menjadi korban, diantaranya adalah.

  • Sebagai korban kita harus mengingatkan diri, bahwa kekerasan yang diterima bukan karena kesalahan atau hal yang wajar untuk diterima.
  • Pentingkan keamanan diri dan segeralah pergi untuk mencari pertolongan
  • Simpan bukti-bukti kekerasan yang dialami, bisa berupa foto, rekaman, visum rumah sakit ataupun saksi, apabila ada yang melihat kejadian tersebut.
  • Jangan ragu untuk bercerita kepada orang yang dipercaya
  • Carilah pertolongan dari lembaga-lembaga resmi pemerintah

Demikianlah penjelasan mengenai KDRT dan beberapa tindakan yang dapat kita lakukan ketika menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. (redaksi: agen slot terpercaya )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *